POSYANTEK ANEKA TEKNIK

Senin, 28 September 2020

Cara bikin mie pentil

 PERSIAPAN BAHAN

1. bahan yang diperlukan Tepung Tapioka 2kg

2. Air mendidih 1,25 liter.

3. Plastik tebal  2m untuk alas membuat adukan ( Nguleni)

4. Mesin Pencetak mie pentil.

5. Kompor.

6. Panci besar untuk merebus.

7. Kalo saringan untuk meniriskan dan mencuci setelah di godog.

8. Meja digunakan tempat mie pentil yang sudah jadi.

9. Minyak dan Bumbu.

Cara kerja bikin mie pentil =

1. Masak air sampai mendidih.

2. Siapkan pati aci atau tepung Tapioka. 

3. Bikin adonan pati aci dan air mendidih diuleni  sampai kalis. ( alot dan halus) 

4. Dipipihkan atau ditipiskan  supaya bisa masuk giling.

5. proses penggilingan.

7.setelah selesai di giling digodog lalu dicuci air dingin biar tidak lengket diolesi minyak goreng dan diolesi bumbu miri bawang putih dan garam.

9. Proses pembuatan mie pentil hampir sama dengan bikin Miedes.

Bedanya hanya diiris tangan manual untuk Miedes.

Mie Pentil melalui proses digiling.

Coba lihat di you tobe buka "Miedes istimewa"



Jumat, 18 September 2020

Miedes istimewa

Miedes istimewa. Miedes istimewa adalah makanan lokal yang dibuat dengan bahan baku tepung tapioka bebas glutin dan seratus persen produksi Indonesia. Miedes istimewa halal alami tanpa pengawet lezat dan sehat. Sebagai produk lokal yang berdaya saing produk andalan setempat desa Srihardono kecamatan Pundong kabupaten Bantul.
Untuk mempromosikan produk lokal yang unik dan menarik minat para pemburu kuliner lokal yang sedang ngetrend di Yogyakarta.
Karena penggemarnya yang banyak makan miedes  sangat layak untuk mempromosikan produk tersebut di media menjaring sosial  digital marketing  seperti google adsense dan google ads. face book ads, isntagram dll,  Kolaborasi pemasaran  yang saling menguntungkan.
Kami menyambut baik tawaran promosi lewat google bisnisku. Wordpres.com, ABDI Akademi Dcigital Marketing, PLUT DIY  Semoga miedes istimewa sukses baik lokal

Sabtu, 05 September 2020

Badan Hukum Sriloka Tulung

 Setelah mencermati hasil sosialisasi Badan Hukum yang dilaksanakan Oleh Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul Perkumpulan Sriloka Tulung Srihardono Pundong Bantul Yogyakarta mengajukan Badan Hukum dengan Notaris Widiantara SH. 

Alhamdulilah Badan Hukum tersebut sudah diterbitkan Oleh Kementrian Hukum da HAM RI. Bulan februari 2019.




Jumat, 04 September 2020

Sejarah Perkumpulan Sriloka Tulung

 Pada tahun 2014 di Desa Srihardono belum ada kelompok atau perkumpulan yang bercita cita mendirikan perkumpulan yang bisa mewadahi dan membantu memfasilitasi kegiatan para pengusaha industri perdagangan dan jasa.

Ketika pemerintah mulai PRO aktif merencanakan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Bantul dalam rangka pemberdayaan Ekonomi masyarakat menyusun rencana bersama dengan pemerintah kecamatan Desa dan para pengusaha/ pelaku ekonomi lokal se Kabupaten Bantul.

Perencanaan tersebut menganut sistim Top down dan bottom up maksudnya pemerintah Kabupaten Bantul punya program strategis yang dinamakan One vilage One produk satu Desa satu Produk. Atau bisa diartikan Produk Andalan Setempat.


Rabu, 02 September 2020

Sejarah mie pentil miedes dan pabrik gula Pundong

 


Kecamatan Pundong pada jaman penjajahan belanda didirikan pabrik gula lokasi sekarang dibangun Gedung BRTPD Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Desabilitas.

Pada tahun 1900 pada masa penjajahan Belanda Pundong pernah didirikan pabrik Gula oleh penjajah.

Direktur pabrik gula namanya Tuan Engles dari belanda Tuan Engles, tuan Engles mempunyai anak laki laki nama panggilannya Tuan Sinyo.

Sumber berita ini diceritakan oleh Mbah Poncorejo alias Ponco Sinung Almarhum.

Ketika pabrik gula pundong operasional tenaga kerja yang dilibatkan ternyata juga ada pribumi yang bekerja di lingkungan pabrik itu, walaupun sebagai pekerja kasar atau sekedar ikut serta mengawasi dan membantu mencatat bahan baku Tebu yang dibawa masuk ke pabrik menggunakan leri, ada Tukang esel yang tugasnya menjaga rel untuk membelokkan kereta api yang dikenal dengan panggilan mbah Esel,  kemudian ada Tukang Besi di pabrik Gula Pundong Namanya Mbah Mulyo Suwito, istrinya Namanya Mul Sinjok Keturunan Cina dan Indonesia, Ibunya Mul Sinjok  ini Namanya Mbah Nyonya Todireyo yang kawin dengan Cina.

Kita lanjut potongan cerita tentang hubungan kerja antara Tuan Engles dan Poncorejo alias Ponco Sinung ketika Bekerja Tuan Engles dibantu oleh orang pribumi dalam mencatat persediaan Bahan Baku yang Datang dalam dialog itu Tuan Engles juga fasih dalam berbahasa jawa ngoko. Misalnya kalau memanggil pada mbah Ponco Sinung begini : " Nung.. jupukno Buku RPK nggih ndoro.

Maksudnya mbah Ponco sinung  diminta mengambilkan buku catatan Tentang rapak ( rapak =daun tebu kering yang dipakai sebagai bahan baku kertas)

Mbah Poncorejo alias Ponco Sinung bisa membaca dan menulis karena sering diajari oleh anak Tuan Engles yang namanya Tuan Sinyo disaat saat anak itu tidak ada kegiatan dan bermain main dengan mbah Poncorejo alias Ponco Sinung. 

Mbah Poncorejo alias Ponco Sinung tidak pernah sekolah tapi secara otodidak dan sering belajar dengan Tuan Sinyo Beliau rajin menulis baik tulisan jawa latin bahkan menulis arab bagus.

Maka oleh Tuan Engles diangkat sebagai sekretaris pribadinya untuk membantu mencatat keluar masuk bahan baku pabrik terutama tebu dan rapak.

Sejarah Giling Mie Pentil.

Tukang Besi Pabrik Gula Pundong Namanya Mbah Mulyo Rejo asal dari Wedi Klaten jawa tengah. 

Mbah MulyoRejo tersebut kawin dengan Mbah Mul Sinjok tapi tidak mempunyai keturunan beliau meninggal Dunia.

Ketika masih bekerja di Pabrik Gula Pundong jika dirumah sering memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat barang produk dari bahan besi. Misal bikin Gamelan walaupun hanya Titi laras slendro dan giling mie pentil model Drat.

Mie Pentil.

Mie berasal dari Negara dari negara cina Pada Tahun 700 M . di Kecamatan Pundong Mie dibuat dari tepung Tapioka alias telo kaspo, bedanya kalau mie dari Cina bahan bakunya dari Terigu Alias Gandum.

Miedes

Sejarah Miedes ini adalah produk yang awalnya tidak disengaja.

Pada awalnya di Pundong ada yang usaha bikin krupuk merah putih maupun kerupuk Bumbon. 

Ketika merajang kerupuk tetangga kanan kiri banyak yang membantu secara sukarela. Jadi ketika merajang selesai sebagai balas kompensasi balas jasa cikalan( cikalan: sisa irisan kerupuk yang kecil kecil dimasak dikasih bumbu pedes dan diberikan pada orang orang yang membantu merajang kerupuk tersebut sudah senang sekali, karena ketika zaman itu harga bahan pangan mahal, bonggol pisang saja diolah untuk dijadikan bahan pangan.

Pada perkembangannya Miedes disukai banyak orang dan diproduksi tersendiri. 

Foto Berita

Gedung BRTPD Pundong

Sejak zaman kolonial, Pundong dijadikan daerah perkembangan dibidang pertanian. Pada akhir abad 18, belanda membuat pabrik gula yang diberi nama Pabik Gula Pundong. Beberapa fasilitas pendukung dibuat, seperti jalur rel kereta api, terminal, dan stasiun. Dahulu, Pundong merupakan daerah pemberhentian terakhir jalur rel yang ada di kawasan Bantul karang (sekarang Kabupaten Bantul). Rumah Belanda  juga banyak di buat pada abad itu seperti di kawasan pinggir pabrik gula (sekarang SMA N 1 Pundong), kawasan perempatan pundong (sekarang KUD Tani Rejo) dan timur Pasar Pundong yang berupa gudang garam (Sekarang menjadi rumah pribadi). Abad 19 pabrik gula milik Belanda  bangkrut. Akhirnya seluruh fasilitas tidak digunakan lagi. Pada zaman Jepang Rel kereta banyak yang di pindahkan ke Thailan untuk digunakan sebagai besi penopang jembatan. Akhir abad 19 pundong dilanda banjir besar akibat luapan Sungai Opak Akibatnya ribuan rumah terendam banjir dan rusak. Pada Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merencanakan pembuatan tanggul raksasa di pinggir Sungai opak. Sejak tanggul selesai dikerjakan, kawasan pundong terbebas dari banjir. Setelah kemerdekaan Indonesia, Kasultanan Yogyakarta melebur dengan NKRI Hal tersebut membuat kawasan tersebut harus dibagi menjadi kabupaten, kecamatan dan desa. Awalnya Kecamatan Pundong dan kretek menjadi kecamatan baru bernama Kecamatan Kretek, namun pada orde baru, daerah Pundong memisahkan diri dari Kecamatan Kretek dan membentuk Kecamatan Pundong. Pada tahun 2006, tepatnya tanggal 27 Mei 2006. Yogyakarta  dan sekitar diguncang gempa berkekuatan 6,2 sekala richter. Salah satu daerah terparah dilanda gempa adalah Pundong. Ribuan nyawa melayang serta hampir seluruh rumah di wilayah ini rusak berat dan rata dengan tanah. Hal ini akibat dari rapuhnya tanah di bawah Pundong serta berdekatan dengan sesar Opak. Rehabilitasi pasca gempa membutuhkan waktu sampai 2 tahun. Tahun 2008, di bekas pabrik gula, didirikanlah Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat. (Sumber dari Wiki Pedia yang diolah)

 

Jumat, 28 Agustus 2020

Kamis, 27 Agustus 2020

Miedes kering Sriloka

Miedes kering Sriloka Produk Makanan alami lezat, makanan khas dari Desa Srihardono  Kecamatan Pundong sebagai ikon Produk Andalan Setempat baik kecamatan maupun Kabupaten Bantul. Miedes  cocok untuk oleh oleh saudara kita yang merantau. Miedes kering Sriloka tahan 1 tahun dan Bumbu tahan 6 Bulan.

Saat ini produk Miedes kering Sriloka dapat dipesan secara online.

Selama bulan Promosi Relasi mendapatkan Diskon/fee 10 % untuk Pembelian minimal 10 kg.

Pesan  sekarang hubungi Telpon 085200483619.



Pencanangan Paket wisata